Mengasah Diri

Penebang kayu pasti mengasah kapaknya, seorang pemburu akan selalu mempertajam panahnya, dan seorang penulis akan selalu meraut pensilnya. Mereka selalu memperbaharui peralatan mereka dan ini adalah prinsip sederhana tentang produktifitas. Tak banyak pohon yang dapat ditebang dari kapak yang tumpul dan aus, tak akan ada banyak buruan yang dapat ditaklukkan dari busur yang renta, dan tidak satu kata pun dapat tertulis dari pensil yang patah, maka apa yang harus anda asah, agar tetap meraih kehidupan pribadi karir yang penuh dan melimpah. Anda memiliki sesosok tubuh yang renta terkikis usia, keceradasan yang segera tidak banyak berarti kaerna tertinggal kemajuan zaman, serta sekepal hati nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia, maka tak ada yang patut kita rawat selain tubuh, agar senantiasa menjdai rumah yang nyaman bagi jiwa, tida yang perlu kita asah, selain pikiran dan keterampilan, agar selalu dapat digunakan untuk membuka pintu-pintu kemakmuran, serta tiada yang harus kita pertajam selain iman dan hati nurani, yang memungkinkna kita mendengar suara kebahagiaan hidup ini.

Tulisan ini disadur dari MP3 Rasnal Curhat.

0 Responses to “Mengasah Diri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




i'm a Ubuntu Partner"
Blue Ubuntu
Download Ubuntu 10.04 LTS


Download Ceramah Agama IslamKajian.Net

Blog Teman SMA N 1 Metro



Abrar
Albadr
Dea
Ferdian
Firli
Khafidz
Rizqy
This site uses Thumbshots previews

%d bloggers like this: