Archive for the 'Kutipan Rasnal Curhat' Category

Tuhan dan Tukang Cukur

Suatu hari seorang laki-laki sebut saja Stive datang ke Barber Shop untuk mencukur rambut dan merapikan jenggotnya, ia pun memulai pembicaraan yg hangat dengan Tukang Cukur yg melayaninya, beberapa macam topik pun akhirnya menjadi pilihan mereka, hingga akhirnya “Tuhan” menjadi subjek pembicaraan. “Hai Tuan saya ini tidak percaya bahwa Tuhan itu ada” ujar si Tukang Cukur, mendengar ungkapan tersebut Stive terkejut dan bertanya “Mengapa anda berkata demikian?”, “Iya.. jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang sakit dan mengapa banyak anak-anak yg terlantar, jika Tuhan itu ada tentu tidak ada sakit dan penderitaan, Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi ” ungkap si Tukang Cukur dengan nada tinggi. Stive pun berpikir tentang apa yanga baru saja diucapkan si Tukang Cukur, namun ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak meluas lagi. Saat Stive selesai cukur dan keluar dari barber shop, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya sangat lebat dan tidak rapi. Sepertinya ia sudah tidak lama pergi ke Tukang Cukur dan itu membuatnya sangat tidak rapi, akhirnya Stive kembali masuk ke barber shop dan berkata kepada si Tukang Cukur, “Ternyata di dunia ini tidak ada yang namanya Tukang Cukur”, otomatis si Tukang Cukur pun terkejut, “Bagaimana mungkin mereka tidak ada tuan, buktinya adalah saya, saya ada disini dan saya adalah seorang Tukang Cukur”. Stive kembali berkata tegas, “Kalau mereka ada, tidak mungkin ada seorang yang berjenggot sangat lebat dan berambut panjang seperti bapak yang satu ini. “Ah anda bisa saja tuan, tukang cukur itu selalu ada dimana-mana, yang terjadi pada pria ini adalah bahwa ia tidak mau datang ke barber shop saya untuk dicukur” Jawab si Tukang Cukur. “Tepat !” tegas Stive, “Itulah poinnya, sebenarnya Tuhan itu ada, yang terjadi pada umat manusia adalah mereka tidak mau datang dan mencari-Nya, itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini.

Kadang kita terlalu gampang mengambil kesimpulan dengan suatu hal yang tidak kita pikirkan secara mendalam, Tukang Cukur itu adalah diri kita juga yang kadang menderita dan berkata Tuhan itu tidak ada, sementara kita sesungguhnya tidak mengenal Tuhan dan mungkin kita tidak dekat dengan-Nya.

Mengasah Diri

Penebang kayu pasti mengasah kapaknya, seorang pemburu akan selalu mempertajam panahnya, dan seorang penulis akan selalu meraut pensilnya. Mereka selalu memperbaharui peralatan mereka dan ini adalah prinsip sederhana tentang produktifitas. Tak banyak pohon yang dapat ditebang dari kapak yang tumpul dan aus, tak akan ada banyak buruan yang dapat ditaklukkan dari busur yang renta, dan tidak satu kata pun dapat tertulis dari pensil yang patah, maka apa yang harus anda asah, agar tetap meraih kehidupan pribadi karir yang penuh dan melimpah. Anda memiliki sesosok tubuh yang renta terkikis usia, keceradasan yang segera tidak banyak berarti kaerna tertinggal kemajuan zaman, serta sekepal hati nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia, maka tak ada yang patut kita rawat selain tubuh, agar senantiasa menjdai rumah yang nyaman bagi jiwa, tida yang perlu kita asah, selain pikiran dan keterampilan, agar selalu dapat digunakan untuk membuka pintu-pintu kemakmuran, serta tiada yang harus kita pertajam selain iman dan hati nurani, yang memungkinkna kita mendengar suara kebahagiaan hidup ini.

Tulisan ini disadur dari MP3 Rasnal Curhat.


i'm a Ubuntu Partner"
Blue Ubuntu
Download Ubuntu 10.04 LTS


Download Ceramah Agama IslamKajian.Net

Blog Teman SMA N 1 Metro



Abrar
Albadr
Dea
Ferdian
Firli
Khafidz
Rizqy
This site uses Thumbshots previews